Jumat, 11 Maret 2011

WASIAT KE- 1 WASIAT SANG GURU KEPADA ANAK DIDIKNYA


            Wahai anakku sayang, semoga Allah swt senantiasa memberikanmu hidayah dan pertolongan, supaya dirimu senantiasa tidak henti-hentinya untuk selalu melakukan amal shalih. Sesungguhnya, bagi diriku, engkau seperti seorang anak yang sedang berada di samping ayah yang dicintainya. Aku akan berbahagia apabila melihat engkau dalam keadaan sehat, berpendirian teguh, bersih hati (dari segala macam penyakit hati), memiliki akhlak yang mulia, menjaga adab, menghindari perkataan yang kotor, berkasih sayang dalam pergaulan, menyayangi sesama, menolong orang yang membutuhkan, belas kasih terhadap orang yang lemah diantaramu, memiliki sifat pemaaf, tidak melalaikan shalat, serta tidak menunuda-nunda waktu dalam menjalankan amal ibadah kepada sang Pencipta, Pemilik, Pemelihara, dan Penguasamu.
            Wahai anakku sayang, seandainya saja engkau sudi mendengarkan nasehat dari seseorang, maka akulah termasuk orang yang layak untuk engkau dengarkan nasehatnya. Karena aku adalah gurumu, orang yang mendidikmu, dan yang membantu untuk merawat jiwamu. Engkau tidak akan mendapati seorangpun yang mempunyai harapan yang tinggi terhadap kebaikanmu setelah kedua orang tuamu, kecuali dari diriku (gurumu).
            Wahai anakku sayang, sesungguhnya aku adalah seorang yang patut dan dapat dipercaya untuk memberimu nasehat, maka dari itu, terimalah nasehatku ini dengan lapang dada, serta amalkanlah di dalam kehidupanmu, lebih-lebih ketika engkau bergaul dengan teman-teman seusiamu.
            Wahai anakku sayang, jika engkau enggan untuk mengamalkan apa yang aku nasehatkan kepadamu dalam kehidupan pribadimu, maka sesungguhnya engkau tidak akan dapat untuk mengamalkannya, manakala engkau sedang bergaul dengan teman-teman bermainmu.
            Wahai anakku sayang, apabila engkau engan untuk mengikuti apa yang telah aku nasehatkan kepadamu, maka siapakah orangnya yang akan engkau ikuti selain aku dan kedua orang tuamu ? lalu, apakah artinya, engkau harus memaksakan dirimu untuk duduk di hadapanku ?
            Wahai anakku sayang, sesungguhnya setiap seorang guru, pasti hanya akan menyayangi anak didiknya yang taat dan shalih, maka apakah engkau suka, apabila guru yang telah mendidikmu tidak ridha terhadapmu, dan tidak akan mengaharap segala kebaikan atas dirimu ?
            Wahai anakku sayang, sesungguhnya aku sangat berharap kepadamu supaya engkau gemar melakukan amal shalih. Maka dari itu, bantulah aku dengan mengikuti segala nasehatku.
            Wahai anakku sayang, akhlak yang mulia adalah merupakan perhiasan bagi setiap insan, baik bagi dirinya sendiri, dalam pergaulan dengan temannya, keluarga dan sanak familinya. Oleh karena itu, jadikanlah dirimu sebagai manusia yang mempunyai akhlak yang mulia, sehingga semua orang akan menjadikanmu sebagai manusia yang mulia, dan mereka semua tentunya akan menyayangimu.
            Wahai anakku sayang, apabila engkau tidak menghiasi ilmu yang telah engkau dapatkan dengan akhlak yang mulia, maka ilmu itu akan lebih besar memberikan ancaman terhadap dirimu daripada kebodohanmu. Karena sesunguhnya orang bodoh dimaafkan, karena kebodohannya. Sedangkan bagi seorang alim, maka tiada maaf baginya atas kesalahannya yang ia perbuat dihadapan manusia, oleh karena itu hiasilah ilmu yang telah engkau dapatkan itu dengan akhlak yang mulia.
            Wahai anakku sayang, janganlah engkau sekali-kali hanya menanti nasehat dan kritik dariku, sesungguhnya bersifatlah mawas diri, karena itu adalah sifat yang utama dan besar sekali manfaat yang dapat engkau ambil dari sifat itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar