Jumat, 11 Maret 2011

WASIAT KE-12 FADHILAH BERBUAT JUJUR


            Wahai anakku sayang, selalu-lah engkau berusaha untuk menjadi seorang yang selalu jujur dalam segala pembicaraan. Karena sesungguhnya dusta itu adalah perbuatan yang buruk dan tercela. Janganlah engkau berdusta hanya semata-mata ingin mendapatkan nama baik di kalangan teman-teman dan gurumu. Apabila engkau sudah terbiasa melakukan perbuatan dusta, maka teman-temanmu tidak akan mempercayaimu lagi, sekalipun apa yang engkau sampaikan itu adalah perkara yang benar.
            Wahai anakku sayang, apabila engkau melakukan pelangaran terhadap gurumu, maka engkau wajib menerima hukuman darinya, dan janganlah engkau membela dirimu dengan berdusta. Apabila engkau ditanya, maka jawablah dengan apa adanya. Dalam melaksanakan sesuatu hendaklah konsekuen, yaitu berani berbuat harus berani juga mempertanggung jawabkannya. Janganlah sekali-kali engkau melibatkan teman-temanmu, lantaran engkau ingin menghindar dari hukuman. Karena jika kebohonganmu itu telah terbuka, maka engkau akan menerima sangsi yang berlipat ganda di hadapan Allah swt dan gurumu, yaitu sangsi karena telah melakukan kesalahan, dan sangsi karena telah melakukan perbuatan yang dusta. Engkau tidak akan dapat menyelamatkan diri dari adzab Allah swt yang Maha Mengetahui segala apa yang engkau rahasiakan, walaupun di dalam hatimu.
            Wahai anakku sayang, sesungguhnya Al-Qur`an telah menegaskan bahwa Allah swt akan melaknat orang yang suka berdusta. Dan apakah engkau akan merelakan dirimu, jika dirimu termasuk orang-orang yang dilaknat oleh Allah swt, padahal engkau telah mempelajari agama Islam.
            Wahai anakku sayang, apabila engkau berdusta sekali saja dan tidak ada seorang pun yang mengetahui kedustaanmu itu, dan secara kebetulan akan diketahui oleh orang yang lainnya di kemudian hari. Dengan demikian semua kebohongan yang pernah engkau lakukan akan terbuka.
            Wahai anakku sayang, apabila engkau tidak merasa takut untuk melakukan perbuatan dusta di hadapan manusia dan menganggap itu adalah hal yang biasa, maka apakah engkau tidak merasa takut terhadap adzab Allah swt yang selalu mengetahui segala apa yang engkau rahasiakan di dalam hatimu ?
            Wahai anakku sayang, apabila seseorang telah berdusta, maka dia akan terbiasa untuk melakukannya. Sulit baginya untuk berbuat jujur. Oleh karena itu usahakanlah untuk selalu memelihara kejujuran. Hindarilah perbuatan bohong, sekalipun perbuatan tersebut akan dapat menyelamatkan dirimu.
            Wahai anakku sayang, ini adalah wasiatku kepadamu. Maka berjanjilah untuk tidak pernah melakukan perbuatan dusta dalam setiap pembicaraan. Katakanlah :”Ya Allah, hamba berjanji untuk tidak berdusta kepada seseorang dalam hidupku”. Aku akan melihat sampai sejauh mana engkau akan mempertanggung jawabkan janjimu tersebut.
            Wahai anakku sayang, sesungguhnya orang-orang yang telah menjadikan kebohongan sebagai permainan, maka ia tidak akan mendaptkan pahala disisi Allah swt. Jangan sampai engkau berdusta dan apabila ditanya, kemudian engkau menjawab :”Aku hanya main-main saja”. Janganlah engkau berdusta, baik dalam keadaan yang serius maupun dalam suasana yang santai.
            Ingatlah ! bahwa sesungguhnya seseorang yang selalu berbuat jujur, setiap perkataan dan perbuatannya kan dijadikan rujukan, sekalipun tanpa mengetahui dalil yang sebenarnya (Al-Qur`an dan Hadist). Dia akan selalu dilibatkan dalam setiap musyawarah, dan akan selalu dimintai pendapat dalam upaya untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Jika engkau menginginkan untuk mendapatkan kepercayaan yang seperti itu, maka usahakanlah untuk selalu jujur dalam setiap pembicaraan. Dan Allah swt yang Maha Kuasa tentunya akan memberikan petunjuk dan pertolongan menuju jalan yang lurus. Dari Abdullah bin Mas`ud, dia berkata; Rasululah saw bersabda :”tetaplah kalian dengan berlaku jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan jalan ke syurga. Seseorang yang terbiasa berdusta, akan dicatat baginya di sisi Allah swt sebagai seorang pendusta”. (hadist riwayat bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar